Proyek King Salman Gate juga dirancang terintegrasi dengan sistem transportasi umum sehingga mempermudah mobilitas pengunjung menuju kawasan Masjidil Haram.
Dalam pengembangannya, proyek ini turut mencakup pemulihan dan pelestarian sekitar 19 ribu meter persegi situs warisan budaya dan sejarah Kota Mekkah.
Baca Juga:
Menag Nasaruddin Umar: Tidak Semua Hadiah Itu Gratifikasi
Arab Saudi disebut menjadikan proyek ini sebagai bagian dari transformasi besar sektor wisata religi melalui program Visi 2030.
Melalui strategi tersebut, Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap minyak bumi dengan menjadikan sektor pariwisata, khususnya wisata religi, sebagai sumber pertumbuhan baru.
Laman Salaam Gateway menyebut perjalanan religi diposisikan sebagai salah satu aset paling strategis dan paling potensial untuk dikembangkan oleh kerajaan.
Baca Juga:
AS dan Iran Dikabarkan Lanjutkan Perundingan Pekan Depan di Pakistan
"Pariwisata diposisikan sebagai pilar utama diversifikasi ekonomi, dengan perjalanan religi dipandang sebagai aset kerajaan yang paling mudah dikembangkan dan dapat diandalkan," tulis Salaam Gateway.
Data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat lebih dari 18,5 juta jemaah mengunjungi kerajaan tersebut sepanjang 2024.
Jumlah itu terdiri dari sekitar 16,9 juta jemaah umrah dan 1,61 juta jemaah haji.