WAHANANEWS.CO - Kerajaan Arab Saudi terus mempercepat proyek perluasan kawasan Masjidil Haram lewat pembangunan megaproyek King Salman Gate yang digadang-gadang menjadi pusat layanan terpadu baru bagi jutaan jemaah haji dan umrah di Kota Mekkah.
Proyek ambisius yang diluncurkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman itu mencakup pembangunan kawasan serbaguna seluas hingga 12 juta meter persegi di sekitar Masjidil Haram.
Baca Juga:
Menag Nasaruddin Umar: Tidak Semua Hadiah Itu Gratifikasi
Berdasarkan laman resmi proyek King Salman Gate, pengembangan kawasan ini bertujuan meningkatkan akses menuju Masjidil Haram sekaligus memperkuat kualitas layanan bagi jemaah.
Proyek tersebut dikelola oleh RUA AlHaram AlMakki Company yang berada di bawah naungan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.
King Salman Gate nantinya akan menghadirkan kawasan terpadu dengan berbagai fasilitas modern untuk menunjang kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Baca Juga:
AS dan Iran Dikabarkan Lanjutkan Perundingan Pekan Depan di Pakistan
Fasilitas yang disiapkan meliputi sekitar 50 ribu unit hunian, hotel bintang empat hingga bintang lima plus, hingga area komersial dengan ruang ritel luas.
Selain itu, proyek ini juga akan menyediakan area salat dalam dan luar ruangan dengan kapasitas mencapai sekitar 900 ribu orang.
Tak hanya itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas parkir khusus berkapasitas sekitar 30 ribu kendaraan yang dikelola oleh tim operasional tersendiri.
Proyek King Salman Gate juga dirancang terintegrasi dengan sistem transportasi umum sehingga mempermudah mobilitas pengunjung menuju kawasan Masjidil Haram.
Dalam pengembangannya, proyek ini turut mencakup pemulihan dan pelestarian sekitar 19 ribu meter persegi situs warisan budaya dan sejarah Kota Mekkah.
Arab Saudi disebut menjadikan proyek ini sebagai bagian dari transformasi besar sektor wisata religi melalui program Visi 2030.
Melalui strategi tersebut, Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap minyak bumi dengan menjadikan sektor pariwisata, khususnya wisata religi, sebagai sumber pertumbuhan baru.
Laman Salaam Gateway menyebut perjalanan religi diposisikan sebagai salah satu aset paling strategis dan paling potensial untuk dikembangkan oleh kerajaan.
"Pariwisata diposisikan sebagai pilar utama diversifikasi ekonomi, dengan perjalanan religi dipandang sebagai aset kerajaan yang paling mudah dikembangkan dan dapat diandalkan," tulis Salaam Gateway.
Data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat lebih dari 18,5 juta jemaah mengunjungi kerajaan tersebut sepanjang 2024.
Jumlah itu terdiri dari sekitar 16,9 juta jemaah umrah dan 1,61 juta jemaah haji.
Arab Saudi bahkan menargetkan jumlah jemaah umrah mencapai 30 juta orang per tahun pada 2030 mendatang.
Sementara berdasarkan data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi atau GASTAT, sebanyak 1,67 juta jemaah menunaikan ibadah haji pada 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1,51 juta jemaah berasal dari 171 negara di luar Arab Saudi.
Mayoritas jemaah diketahui datang menggunakan jalur udara dengan total mencapai sekitar 1,58 juta orang.
Reuters menyebut proyek King Salman Gate menjadi salah satu langkah besar Arab Saudi untuk memperkuat sumber pemasukan negara di luar sektor minyak bumi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]