“Ini adalah doktrin dominasi,” tegas Araghchi.
Selama perang tahun lalu, Israel menargetkan pejabat militer senior Iran, ilmuwan nuklir terkemuka, fasilitas nuklir, hingga kawasan permukiman, sementara Amerika Serikat turut membombardir sejumlah fasilitas nuklir Iran.
Baca Juga:
F-35 AS Hancurkan Drone Iran, Ketegangan di Laut Arab Memuncak
Teheran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke target-target Israel serta menyerang pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di Qatar.
Dalam perundingan tidak langsung dengan AS yang dimediasi Oman pada Jumat (6/2/2025), Araghchi yang memimpin delegasi Iran menyebut suasana pembicaraan berlangsung sangat positif.
Ia menjelaskan bahwa perundingan hanya difokuskan pada isu nuklir tanpa membahas agenda lain di luar itu.
Baca Juga:
Pantauan KBRI Teheran: Kondisi Iran Relatif Aman, Kemlu Imbau WNI Tetap Waspada
Washington disebut berupaya memasukkan isu program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan di kawasan, yang menurut media didorong oleh Israel, namun Iran secara konsisten menolak perluasan agenda negosiasi.
Araghchi mengatakan kedua pihak sepakat melanjutkan perundingan, namun ia memperingatkan Amerika Serikat agar menahan diri dari ancaman dan tekanan demi menjaga keberlangsungan dialog.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.