WahanaNews.co | Kelompok
Taliban mengolesi wajah 2 pria di Herat, Afghanistan, dengan aspal. Lalu mengarak
pria itu di jalan dengan leher terikat tali.
Baca Juga:
Taliban Tolak Serahkan Bagram, Trump Ancam Afghanistan dengan “Hal Buruk”
Pemandangan menyedihkan terjadi setelah Herat direbut
kelompok tersebut. Itu hanya sebagian dari pemandangan, yang menurut para
aktivis hak asasi manusia, tanda-tanda era kegelapan.
Taliban telah mengeklaim kemenangan di Afghanistan dengan
menyatakan "perang telah berakhir".
Kelompok Islam puritan itu pertama kali menguasai negara itu
pada tahun 1994 yang dipimpin oleh mantan komandan kelompok Mujahidin, Mohammad
Omar.
Baca Juga:
Trump Gegerkan Dunia dengan Ambisi Rebut Pangkalan Bagram Afghanistan
Taliban terkenal memberlakukan hukum Islam yang keras versi
mereka sendiri, termasuk merajam orang-orang yang dicurigai berzina, dan
melakukan eksekusi di depan umum.
Perempuan dilarang bekerja, anak perempuan dilarang
bersekolah. Laki-laki dilarang mencukur janggut dan perempuan dipaksa memakai
burka dari kepala sampai ujung kaki.
Banyak dari itu berubah ketika Amerika Serikat (AS)
menginvasi rezim Taliban pada tahun 2001, di mana perempuan dan etnis minoritas
diberikan kebebasan yang lebih besar.