SIPRI mencatat bahwa mesin MTU yang dipasang di kapal perang milik China sebagai teknologi penggunaan ganda yang tidak memerlukan lisensi ekspor.
"Ada area abu-abu di sana," ujar Siemon Wezeman dari SIPRI.
Baca Juga:
Militer China Gelar Latihan Antikapal Selama Secara Intensif di Perairan Laut China Selatan
Embargo Senjata Ibarat Macan Ompong
Pada tahun ini, Angkatan Laut China mengoperasikan lebih banyak kapal perusak jenis Luyang III.
Baca Juga:
Pemerintah China Bongkar Identitas Warganya yang Jadi Mata-Mata CIA
Kapal di kelas ini dilengkapi dengan rudal jelajah dan rudal dari permukaan air ke udara.
Sebelumnya, menyusul pembantaian mahasiswa dan demonstran pada protes di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989, Uni Eropa (UE) memberlakukan embargo senjata tetapi dengan efek mengikat yang terbatas.
Sebastian Rossner, seorang pengacara dan pakar ekspor yang berkantor di kota Köln, Jerman, mengatakan kepada penyiar publik ARD bahwa: "Karena embargo senjata UE terhadap China tidak diputuskan secara resmi sesuai perjanjian Eropa, ekspor mesin kapal jenis tertentu masih diizinkan untuk angkatan laut China."