Angka tersebut meningkat sekitar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar US$37,6 triliun.
Lonjakan utang itu menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan mempertegas reputasi Amerika Serikat sebagai negara dengan tingkat pembiayaan berbasis utang yang sangat besar.
Baca Juga:
Media AS Ramai-ramai Serang Trump, Kesepakatan Damai Iran Disebut Untungkan Teheran
Pada 2024 total utang pemerintah Amerika tercatat sekitar US$33,2 triliun.
Sementara pada 2023 angkanya juga berada di kisaran US$33,2 triliun.
Adapun pada 2022 jumlah utang pemerintah Amerika berada di level sekitar US$30,9 triliun.
Baca Juga:
Damai dengan AS, Iran Berpeluang Kantongi Dana Investasi Rp5.342 Triliun
Kenaikan utang yang terus berlanjut ini otomatis mendorong meningkatnya beban bunga yang harus dibayarkan pemerintah Amerika Serikat setiap tahunnya.
Sepanjang Oktober 2025 hingga Februari 2026, pemerintah Amerika tercatat harus mengeluarkan tambahan sekitar US$31 miliar atau sekitar Rp522,82 triliun untuk membayar bunga bersih utang publik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kenaikan tersebut, total pembayaran bunga utang publik Amerika Serikat dalam lima bulan pertama tahun fiskal 2026 telah mencapai sekitar US$433 miliar atau setara Rp7.302,55 triliun.