Laporan tersebut mengungkap bahwa lonjakan utang nasional ini terutama dipicu oleh meningkatnya pengeluaran untuk populasi lansia.
"Peningkatan jumlah penerima pensiun publik serta naiknya biaya kesejahteraan akibat populasi yang menua akan menyebabkan rasio total pengeluaran terhadap PDB melonjak dari 25,5% pada 2025 menjadi 33,6% pada 2072," jelas laporan tersebut.
Baca Juga:
Tim Prabowo Tepis Isu Akan Tingkatkan Rasio Utang RI hingga 50%
Artinya, belanja tahunan rata-rata akan tumbuh sebesar 1,6% selama 47 tahun ke depan, sementara pendapatan nasional diperkirakan hanya meningkat setengahnya, yaitu sekitar 0,8% per tahun.
Tahun lalu, Korea Selatan menjadi negara dengan tingkat penuaan populasi tercepat di dunia, bertransisi dari masyarakat lanjut usia hanya dalam tujuh tahun, setelah proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas meningkat dari 14% menjadi 20%.
Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, dengan jumlah lansia mencapai hampir setengah populasi—sekitar 47,7%—pada tahun 2072.
Baca Juga:
RI Tak Termasuk, Ini Daftar 5 Negara yang Paling Jarang Ngutang
Jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan meningkat dari 10,51 juta pada 2025 menjadi 17,27 juta pada 2072.
Sebaliknya, populasi usia produktif (15-64 tahun) diperkirakan akan menyusut drastis, dari 35,91 juta menjadi hanya 16,58 juta dalam periode yang sama.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.