Ia menyebut jabatan presiden menuntut fokus penuh karena setiap hari ada masalah besar yang harus ditangani dan keputusan penting yang harus diambil.
"Ide bahwa saya akan mengkhawatirkan pendahulu saya dan terus mengukur apa yang ia lakukan hari ini adalah hal yang aneh bagi saya. Itu menunjukkan bahwa seseorang tidak fokus pada rakyat Amerika dan pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan," kata Obama.
Baca Juga:
Apk Undangan Palsu Masih Makan Korban, Ini Cara Cepat Selamatkan HP dan Rekening
Pernyataan itu menambah panjang dinamika panas antara Obama dan Trump yang sudah berlangsung sejak sebelum Trump pertama kali maju ke Gedung Putih.
Trump selama ini dikenal kerap mengkritik Obama dalam berbagai kesempatan, mulai dari kebijakan luar negeri hingga peninggalan politik pemerintahan sebelumnya.
Salah satu serangan paling kontroversial Trump terhadap Obama adalah promosi teori konspirasi birther yang mengeklaim Obama tidak memenuhi syarat menjadi presiden karena disebut lahir di Kenya.
Baca Juga:
Awas! Malware Baru Menyebar Lewat WhatsApp, Sekali Klik Bisa Kuasai Perangkat
Trump juga berulang kali menyerang kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 yang dinegosiasikan pada era pemerintahan Obama.
Dalam isu geopolitik, Trump pernah menyalahkan Obama atas pencaplokan Crimea oleh Rusia yang terjadi pada masa pemerintahan presiden ke-44 Amerika Serikat itu.
Belakangan, Trump kembali menyindir Obama melalui kritik terhadap Obama Presidential Center di Chicago.