Kamp-kamp pengungsi Palestina selama ini menjadi tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak konflik dan pengungsian berkepanjangan.
Karena itu, OKI menilai peningkatan operasi militer dan tekanan terhadap kawasan tersebut dapat semakin memperburuk kondisi kemanusiaan serta meningkatkan kerentanan warga sipil.
Baca Juga:
Gaza Kembali Digempur Militer Israel, Dua Pejabat Tinggi Pertahanan Hamas Tewas
Selain menyoroti situasi di Kamp Qalandiya, OKI turut menyinggung tekanan dan serangan yang terus berlangsung terhadap Jalur Gaza.
Organisasi tersebut juga menyoroti keberadaan serta aktivitas Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), termasuk lembaga, fasilitas, dan para pegawainya.
Menurut OKI, berbagai tindakan tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghapus atau melemahkan persoalan pengungsi Palestina dari agenda internasional.
Baca Juga:
British Museum Bantah Hapus Istilah Palestina Meski Dituding Tertekan Lobi Pro-Israel
Kondisi itu, kata organisasi tersebut, dapat berdampak terhadap landasan hukum, politik, dan kemanusiaan yang selama ini menjadi dasar dalam menangani persoalan pengungsi Palestina.
OKI memperingatkan bahwa tekanan yang terus meningkat dapat membuat situasi pengungsi Palestina semakin memburuk.
Organisasi tersebut karena itu kembali mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah segera guna mencegah eskalasi yang lebih luas.