WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengecam keras serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Ghanduriyah, Lebanon Selatan.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 18 April 2026, saat personel UNIFIL tengah menjalankan misi penting berupa pembersihan bahan peledak di sepanjang jalur akses guna membuka kembali konektivitas dengan pos PBB yang sebelumnya terisolasi akibat konflik.
Baca Juga:
Saat Indonesia Mengecam, Delegasi Israel Tunjukkan Sikap Tak Respek di DK PBB
Serangan ini menambah daftar kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang tengah menjalankan mandat internasional.
Dalam beberapa pekan terakhir, insiden serupa telah terjadi berulang kali dan menimbulkan korban jiwa di kalangan personel UNIFIL, meskipun sebelumnya telah diumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara.
“Ini adalah insiden ketiga dalam beberapa minggu terakhir yang mengakibatkan kematian pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL. Dan, terjadi meskipun ada pengumuman pada 16 April tentang gencatan senjata selama 10 hari,” kata Sekjen Guterres melalui Juru Bicara Stéphane Dujarric dalam pernyataan resmi.
Baca Juga:
Israel Selidiki Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon, Salahkan Hizbullah
Dalam pernyataan tersebut, PBB kembali menegaskan pentingnya komitmen semua pihak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata serta menghentikan segala bentuk permusuhan yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.
“Semua pihak didesak untuk menghormati gencatan senjata. Dan penghentian permusuhan," katanya.
Lebih lanjut, Dujarric menyampaikan bahwa Sekjen PBB mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi kewajiban mereka sesuai hukum internasional.