Hal itu mencakup perlindungan penuh terhadap personel PBB, serta menjamin keamanan fasilitas, properti, dan aset milik organisasi internasional tersebut dalam kondisi apa pun.
Guterres juga menegaskan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat ditoleransi dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Baca Juga:
Saat Indonesia Mengecam, Delegasi Israel Tunjukkan Sikap Tak Respek di DK PBB
Dalam insiden ini, sejumlah personel dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.
Sementara itu, pihak UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang gugur dalam tugas, serta memberikan dukungan moral bagi rekan-rekan mereka yang terdampak.
UNIFIL juga mendoakan agar personel yang terluka dapat segera pulih sepenuhnya.
Baca Juga:
Israel Selidiki Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon, Salahkan Hizbullah
Dalam pernyataannya, UNIFIL mengecam keras apa yang disebut sebagai serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian yang tengah menjalankan mandat resmi dari PBB.
Mereka menegaskan bahwa aktivitas penjinakan bahan peledak di wilayah tersebut sangat krusial, terutama setelah meningkatnya ketegangan dan permusuhan dalam beberapa waktu terakhir.
UNIFIL mengungkapkan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut telah dimulai.