Pembukaan kembali penyeberangan tersebut dinilai sangat krusial untuk memperbaiki kondisi kemanusiaan yang selama ini memburuk akibat konflik dan penutupan perbatasan.
Tidak hanya itu, kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi lokal yang terdampak serius oleh keterbatasan akses perdagangan dan mobilitas.
Baca Juga:
PBB Nilai Tantangan Kemanusiaan di Gaza Masih Berat Meski Gencatan Senjata Masuk Fase Kedua
Komite Transisi Gaza sendiri dibentuk belum lama ini sebagai bagian dari upaya mengelola masa peralihan pemerintahan di wilayah tersebut.
Ali Shaath secara resmi memimpin Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dan dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan Palestina.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai wakil menteri di Otoritas Palestina. Di sisi lain, Gedung Putih juga mengumumkan pembentukan komite teknokrat baru yang akan berperan mengawasi proses transisi kekuasaan di Jalur Gaza.
Baca Juga:
Tragedi Musim Dingin di Gaza, UNICEF Laporkan Enam Anak Meninggal Dunia
Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ditujukan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah itu.
Dalam konteks tersebut, pembukaan penyeberangan Rafah dipandang sebagai salah satu langkah awal yang berpotensi membawa perubahan signifikan bagi masa depan Gaza.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.