WahanaNews.co, Jakarta - Sebuah rumah sakit di New York City, NYU Langone Health, memecat seorang perawat Muslim berkebangsaan Palestina-Amerika, Hesen Jabr, karena dia menyebut perang Israel di Gaza sebagai genosida dalam pidato penerimaan penghargaan atas karyanya dalam menangani para ibu yang kehilangan anak-anak mereka selama kehamilan dan persalinan.
Sebelumnya, Jabr telah diperingatkan oleh rumah sakit untuk tidak menyampaikan pandangannya mengenai masalah yang memecah belah dan membawanya ke tempat kerja.
Baca Juga:
Wanita 70 Tahun Bisa Melahirkan, Inilah Sederet Kisah Kehamilan di Usia Tua
Jabr memposting di Instagram bahwa dia diberikan penghargaan pada tanggal 7 Mei dan menyampaikan pernyataannya pada hari tersebut.
Dia menambahkan bahwa dirinya diberikan surat pemecatan pada akhir bulan tersebut.
Dalam pidatonya, Jabr berbicara tentang para ibu yang kehilangan bayinya selama perang di Gaza dan mengatakan bahwa penghargaan tersebut “sangat pribadi” baginya.
Baca Juga:
Instagram Rajai Daftar Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini 10 Besar Lainnya
Dia juga mengungkapkan kesedihannya melihat perempuan di negara asalnya mengalami kerugian yang tak terbayangkan selama genosida yang terjadi di Gaza.
Juru bicara rumah sakit melalui email mengatakan Jabr telah diperingatkan pada bulan Desember, mengikuti insiden sebelumnya, untuk tidak menyampaikan pandangannya mengenai masalah yang memecah belah dan membawanya ke tempat kerja.
"Dia malah memilih untuk tidak mengindahkan hal itu pada acara penghargaan karyawan baru-baru ini yang dihadiri banyak rekan-rekannya, beberapa di antaranya kesal setelah komentarnya," kata juru bicara tersebut tanpa memberikan rincian tentang kejadian sebelumnya.