WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langkah mengejutkan datang dari Pentagon setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, secara tiba-tiba mencopot Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, di tengah situasi militer yang memanas, Kamis (3/4/2026).
Pemecatan ini menambah daftar panjang perombakan besar di jajaran elite militer AS dalam beberapa waktu terakhir yang dinilai sebagai upaya restrukturisasi kepemimpinan strategis.
Baca Juga:
Penyerangan Aktivis KontraS, YLBHI: Ada Indikasi Intervensi Komando Militer
“Pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, efektif segera,” demikian pernyataan resmi Pentagon terkait Randy George.
Disebutkan oleh tiga pejabat pertahanan AS kepada Reuters, keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah Hegseth untuk membentuk ulang struktur komando militer di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Langkah mencopot jenderal aktif dalam kondisi konflik seperti saat ini disebut sebagai tindakan yang nyaris belum pernah terjadi dalam sejarah militer modern Amerika Serikat.
Baca Juga:
TNI Perkuat Penegakan Hukum, Tak Ada Toleransi bagi Prajurit Pelanggar
Pentagon sendiri tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik keputusan tersebut meskipun tetap menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjang George selama bertahun-tahun.
Selain Randy George, dua pejabat tinggi lainnya juga turut diberhentikan yakni Jenderal David Hodne yang memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat serta Mayor Jenderal William Green yang menjabat sebagai kepala Korps Chaplain.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang berkaitan dengan Iran.