Kini sejumlah megaproyek, termasuk NEOM, ditunda di tengah upaya Saudi merasionalisasi program ekonominya.
"Laju pembangunan melambat, begitu pula perekrutan pekerja. Perusahaan kini lebih agresif menegosiasikan gaji, sementara langkah efisiensi diterapkan di banyak sektor," kata Babat dikutip Reuters, Minggu (16/11).
Baca Juga:
Mahkamah Agung Arab Saudi Resmi Tetapkan Awal Idulfitri 1447 Hijriah
Dalam laporan gaji Oktober yang dirilis Tuscan, perusahaan Saudi mungkin akan mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan yang sedang 'naik daun' seperti sektor AI dan digital.
Pemerintah Saudi juga telah mempercepat reformasi pasar tenaga kerja, termasuk inisiatif untuk meningkatkan proporsi warga lokal.
Tingkat pengangguran Saudi berada pada titik terendah dalam sejarah, dan jumlah warga yang bekerja di sektor swasta tumbuh 31 persen sejak 2016.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Kedatangan dan Kepulangan Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi Berjalan Lancar
"Paket-paket gaji sekarang jauh lebih terukur, berlandaskan pada data, kinerja, dan tolok ukur pasar riil. Bagi sebagian orang, hal itu terasa seperti kontraksi. Bagi saya, ini menandakan kedewasaan," ujar CEO Matches Talent Louise Knutsson di Dubai.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.