Uniknya, Putin tidak terjun ke politik tanpa memiliki partai politik.
Dia kandidat dari jalur independen. Namun, dia didukung Partai United Russia (Rusia Bersatu) dan Partai A Just Russia-For Truth (Rusia yang Adil-Untuk Kebenaran).
Baca Juga:
AS-Iran Akhiri Perang, Meski Selat Hormuz Siap Dibuka RI Beli Minyak dari Rusia
Lawan-lawan Putin
Lawan Putin dari Partai Komunis Rusia; Nikolay Kharitonov, berada di urutan kedua dengan meraih 4,2% suara. Dia merupakan anggota Duma Negara dari 1993 hingga sekarang.
Lawan Putin berikutnya adalah Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru meraih 4% suara. Dia didukung juga oleh Partai Pertumbuhan. Dia tercatat sebagai Wakil Ketua Duma Negara dari 2021 hingga sekarang.
Baca Juga:
AS Bakar Rp1.245 Triliun untuk Senjata Nuklir, Angkanya Kalahkan Gabungan 8 Negara
Lawan Putin selanjutnya adalah Leonid Slutsky dari Partai Demokrat Liberal dengan meraih 3,2% suara. Dia merupakan anggota Duma Negara dari 1999 hingga sekarang.
Putin Exit poll sebelumnya menunjukkan tren serupa, di mana kepala negara Rusia itu diperkirakan akan memenangkan pilpres dengan perolehan suara 87,8%.
Survei tersebut dilakukan terhadap 466.324 pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri.