Meski korban sipil telah berjatuhan sedemikian rupa, Netanyahu tetap bersikeras tak mau gencatan senjata karena menilai waktu yang tersedia akan digunakan oleh Hamas untuk mengumpulkan kembali kekuatan.
Dia pun memberi syarat jika ingin gencatan senjata, para warga Israel yang disandera mesti dibebaskan seluruhnya.
Baca Juga:
Tangis Ayah Pecah di Hebron, Bayi Palestina Tewas Setelah Tentara Israel Lepaskan Tembakan
"Tidak akan ada gencatan senjata umum di Gaza tanpa pembebasan warga kami yang disandera," kata Netanyahu.
Sebanyak 240 warga Israel sendiri disandera Hamas sejak kelompok bersenjata ini meluncurkan serangan di sejumlah kota Israel awal bulan lalu. Para sandera termasuk warga sipil lanjut usia hingga anak-anak.
"Dari segi taktis, jeda sementara selama satu jam di sini, satu jam di sana, kita sudah pernah mengalami sebelumnya. Saya kira kita akan memeriksa keadaan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk maupun para warga kami yang disandera keluar," ucap Netanyahu.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Mandek, Trump Gagal Hentikan Kekerasan di Timur Tengah
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.