Menurut saluran TV tersebut, Abbas terpaksa mengambil langkah tersebut karena adanya tekanan dari sejumlah pemain regional dan Amerika Serikat (AS).
Adapun untuk langkah selanjutnya menuju pembentukan pemerintahan baru, Abbas menyatakan bahwa itu merupakan konsensus nasional yang melibatkan semua kelompok Palestina, termasuk Hamas.
Baca Juga:
Prabowo Subianto Tawarkan Beasiswa untuk Anak-Anak Palestina
Anggota sayap pemerintahan Fatah, salah satu faksi utama dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ayman Al-Raqab mengatakan bahwa gerakan-gerakan Palestina akan bertemu di Moskow pada akhir Februari ini, dalam upaya untuk mencoba mencapai perjanjian tentang pemerintahan teknokrat Palestina yang bersatu.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.