Mereka
disebut memiliki pengaruh kuat di negara bagian Florida, tapi bukan membela
kepentingan rakyat Kuba.
Pemerintah
Kuba menuduh Amerika Serikat berada di balik demonstrasi yang meletus secara
nasional di negara Karibia itu pada Minggu (11/7/2021).
Baca Juga:
Menko Yusril Sebut Pemerintah RI Wacanakan Pemulangan Hambali dari Guantanamo
Unjuk
rasa besar tersebut tergolong langka, karena perbedaan pendapat publik
dibatasi.
Sementara
ada dugaan kelompok kontra-revolusioner dibiayai untuk menimbulkan kerusuhan.
"Amerika
Serikat telah gagal dalam upayanya menghancurkan Kuba meskipun menghabiskan
miliaran dollar dalam upayanya untuk melakukannya," kata di utas Twitter-nya.
Baca Juga:
Indonesia Resmi Jadi Mitra BRICS Bersama 8 Negara Lainnya
Pengganti
Raul Castro (adik Fidel Castro) ini juga mengecam Washington atas angka kematian Covid-19 yang
tinggi, kekerasan polisi, rasial, dan "catatan perang yang memalukan". [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.