"Dia menelan obat, dan kami tidak tahu apa isinya. Satu hal yang kami tahu, itu adalah obat."," katanya kepada SF Gate.
"Kami ingin mencegah hal ini terjadi pada keluarga lain," kata Esther Wojcicki kepada SF Gate.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Percepat Pemulihan Listrik Pasca Bencana di Aceh, Kembali Kirim 18 Petugas Tim Recovery
Menurut neneknya, Troper "baru saja memulai" semester kedua tahun pertamanya di UC Berkeley, di mana dia mengambil jurusan matematika "dan sangat menyukainya."
Selain "berkembang secara akademis, Troper disebut memiliki "komunitas pertemanan yang kuat, baik dari asrama maupun lainnya.
"Di rumah, dia menceritakan kepada kami kisah-kisah tak berujung tentang kehidupannya dan teman-temannya di Berkeley," tulisnya.
Baca Juga:
Hadapi Musim Hujan hingga Maret, Dinkes Sumedang Imbau Masyarakat Waspada Bencana dan Penyakit
"Hidup Marco terpotong terlalu singkat. Dan kami semua sangat terpukul memikirkan semua peluang dan pengalaman hidup yang akan dia lewatkan dan akan kita lewatkan bersama," kata Esther Wojcicki.
"Marco, kami semua mencintaimu dan merindukanmu lebih dari yang kamu sadari."
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.