WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seorang remaja laki-laki di Singapura yang ditangkap pihak berwenang diketahui merencanakan serangan teror terhadap lima masjid setelah terpapar paham radikal.
Rencana tersebut terinspirasi dari aksi penembakan masjid di Selandia Baru pada 2019.
Baca Juga:
Remaja di Sulsel Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Anggota Brimob
Remaja berusia 17 tahun itu berniat menewaskan lebih banyak korban dibandingkan serangan di Christchurch, yang menelan 51 jiwa.
Ia menargetkan setidaknya 100 orang yang tengah menjalankan salat Jumat. Setelah melakukan serangan, ia berencana mengakhiri aksinya dengan bunuh diri.
Lima masjid yang menjadi sasaran telah diidentifikasi, yaitu di kawasan Jurong West, Clementi, Margaret Drive, Admiralty Road, dan Beach Road.
Baca Juga:
Polisi Amankan Belasan Remaja Hendak Tawuran, Celurit dan Botol Kaca Disita
Namun, rencananya berhasil digagalkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD), yang menahannya pada Maret 2025 berdasarkan Undang-undang Keamanan Dalam Negeri (ISA).
Dua Remaja Ditangkap Akibat Radikalisasi
Pada Rabu (2/4/2025), ISD mengumumkan bahwa remaja laki-laki tersebut adalah satu dari dua remaja yang ditangkap karena dugaan radikalisasi. Meski tidak saling mengenal, keduanya ditahan atas keterlibatan dalam ideologi ekstremis.