Saat beberapa mayat dikumpulkan untuk
dimakamkan, para pelayat menangis dan berdoa di atas peti mati, sisa-sisa lebih
dari 20 mayat yang hangus parah memerlukan tes DNA untuk mengidentifikasi
mereka.
"Tidak ada respons cepat terhadap api,
tidak cukup petugas pemadam kebakaran. Orang sakit dibakar sampai mati. Ini
bencana," kata Mohammed Fadhil yang menunggu jenazah anggota keluarganya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.