Ukraina mengatakan, sedikitnya 350 warga sipil tewas sejak Presiden Rusia, Vladimir Putin, melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari lalu.
Serangan di Chernihiv ini terjadi saat pejabat Ukraina dan Rusia berkumpul di perbatasan Belarus-Polandia untuk melanjutkan putaran kedua dialog gencatan senjata.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Presiden Putin juga bersumpah akan terus menggempur Ukraina tanpa kompromi.
Ia bahkan mengancam akan menambah tuntutan pada Ukraina sebagai syarat gencatan senjata jika dianggap memperlambat upaya negosiasi.
Putin tidak menunjukkan tanda-tanda akan menarik mundur militernya dari Ukraina terlepas dari hujanan sanksi dan boikot dunia yang kian mengisolasi Rusia.
Baca Juga:
Tak Peduli Tahun Baru, Rusia Enggan Gencatan Senjata di Ukraina
Ukraina terus berada dalam tekanan menyusul gempuran militer Rusia yang semakin menggila di hari kedelapan invasi berlangsung per Kamis (3/3/2022).
Rusia kembali menggempur sejumlah kota Ukraina, terutama di selatan negara eks Uni Soviet itu.
Presiden Vladimir Putin bahkan bersumpah akan terus melancarkan invasi ke Ukraina tanpa kompromi.