WahanaNews.co | Rusia membantah telah mengirimkan senjata berat ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Zaporizhzhia, Ukraina, Kamis (18/8).
Bantahan itu dinyatakan Rusia setelah pasukan mereka dituding menembaki posisi pasukan Ukraina dari wilayah stasiun PLTN tersebut.
"Pasukan Rusia tak memiliki senjata berat entah itu di wilayah stasiun [PLTN Zaporizhzhia] maupun di daerah sekitarnya. Hanya ada unit penjaga," demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip AFP.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Pemerintah Harus Siapkan Tempat Limbah PLTN Paralel dengan Rencana Pembangunan PLTN
Kemhan Rusia juga mengklaim pemerintahan Ukraina berencana melancarkan provokasi selama kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Gutteres, ke negara itu.
Kemenhan Rusia juga mengatakan Ukraina mengerahkan pasukan ke area tersebut dan berencana meluncurkan serangan ke PLTN dari Nikopol pada Jumat (19/8).
"Kesalahan imbas [serangan] akan ditujukan ke angkatan bersenjata Rusia," lanjut pernyataan itu.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Pemerintah Harus Siapkan Tempat Limbah PLTN Paralel dengan Rencana Pembangunan PLTN
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan penting mengizinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memeriksa PLTN.
Ia juga meminta agar PBB 'mengusir' pasukan yang menduduki PLTN tersebut.
Stoltenberg mengatakan kendali Moskow atas pembangkit itu meningkatkan risiko kecelakaan atau insiden nuklir.