Ia mengatakan Inggris dan Prancis akan memimpin misi multinasional yang "sepenuhnya bersifat damai dan defensif" untuk melindungi kebebasan navigasi segera setelah kondisi memungkinkan.
Prancis
Baca Juga:
Iran Bantah Bakal Pindahkan Uranium yang Diperkaya ke AS
Berbicara setelah pertemuan, Macron mengatakan, "Kita semua menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan tanpa syarat oleh semua pihak."
"Kita semua menolak segala pembatasan atau sistem kesepakatan yang pada praktiknya sama dengan upaya untuk memprivatisasi selat tersebut, dan tentu saja setiap sistem tarif," tambahnya.
Kantor Macron menyebut peran anggota koalisi internasional yang bekerja untuk membuka kembali selat itu dapat mencakup "intelijen, kemampuan pembersihan ranjau, pengawalan militer [dan] prosedur komunikasi dengan negara pesisir".
Baca Juga:
Usai Selat Hormuz Dibuka Respons Pasar Cepat, Harga Minyak Dunia Anjlok 10 Persen
Jerman
Kanselir Friedrich Merz mengatakan Jerman dapat berkontribusi dalam pembersihan ranjau dan kemampuan intelijen untuk misi internasional tersebut, namun memerlukan dukungan parlemen serta "dasar hukum yang aman" seperti resolusi Dewan Keamanan PBB.
Ia juga menyatakan menginginkan keterlibatan AS dalam misi internasional untuk mengamankan pelayaran melalui Selat Hormuz. "Kami percaya hal itu akan diinginkan," ujarnya.