Belakangan, Trump mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah "dekat", seraya menegaskan tidak ada lagi "titik ganjalan" antara Washington dan Teheran.
Iran
Baca Juga:
Trump Ada di Lokasi, Penembakan Dekat Gedung Putih Bikin Panik Washington
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengunggah di platform X bahwa selat tersebut "dinyatakan sepenuhnya terbuka" dan akan tetap terbuka selama sisa masa gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku sejak Kamis malam hingga Jumat.
Namun, sejumlah laporan media pemerintah Iran kemudian tampak bertentangan dengan pernyataan tersebut. Seorang pejabat militer senior mengatakan kepada media negara bahwa hanya kapal nonmiliter yang diizinkan melintas, itu pun dengan izin dari Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC).
Kantor berita Fars, yang dekat dengan IRGC, mencatat adanya "keheningan yang aneh dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi", lembaga pengambil keputusan utama de facto di negara tersebut, di tengah ketidakjelasan status pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.
Baca Juga:
Bikin Trump Marah, Kepala Intelijen AS Mundur
Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi tuan rumah bersama pertemuan mengenai potensi misi militer untuk mengamankan Selat Hormuz bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada Jumat, dengan sekitar 30 hingga 40 negara berpartisipasi secara langsung maupun melalui konferensi video.
Di sela-sela pertemuan, Starmer menyambut dengan hati-hati kabar pembukaan kembali selat tersebut, namun menegaskan bahwa langkah itu harus menjadi "baik berkelanjutan maupun dapat dijalankan secara praktis".