"Teheran akan menghentikan serangan balasan dan menyediakan jalur aman melalui Selat Hormuz," ujar Araqchi dalam sebuah pernyataan resmi mengutip Reuters.
Meski Trump telah mengumumkan gencatan senjata, situasi di lapangan sempat memanas ketika militer Israel melaporkan adanya deteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah mereka hanya beberapa menit setelah pengumuman tersebut. Namun, dua pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Israel pada akhirnya tetap setuju untuk mengikuti langkah Trump dalam melakukan gencatan senjata selama dua minggu dan menangguhkan kampanye pengeboman mereka.
Baca Juga:
AS dan Iran Gencatan Senjata, Respons Israel Katakan Ini!
Pihak Iran sendiri mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan akan segera dilakukan pada hari Jumat, (10/04/2026) di Islamabad, Pakistan, dengan bantuan mediasi dari perdana menteri setempat. Televisi pemerintah Iran bahkan menjuluki langkah Trump ini sebagai sebuah mundur yang memalukan bagi Amerika Serikat.
Reaksi pasar global langsung melonjak setelah pernyataan Trump keluar. Harga minyak mentah AS dilaporkan jatuh tajam lebih dari 17% ke level US$ 92 per barel, sementara kontrak berjangka saham AS merangkak naik, memberikan napas lega bagi ekonomi dunia yang sempat terancam resesi akibat penutupan jalur energi tersebut.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.