WahanaNews.co | Seorang pejabat kepresidenan Ukraina, Mykhaylo Podolyak, menyebutkan pihaknya tidak bias disalahkan terkait penyerangan fasilitas milter Rusia.
Pernyataan ini dilontarkan lantaran Rusia Negeri Beruang Merah sudah lebih dulu menggempur negaranya.
Baca Juga:
Ambisi Militer Bripda Rio: Ditolak AS dan Jerman, Berakhir di Medan Donbass Rusia
"Rusia telah menyerang dan membunuh warga sipil. Ukraina bakal membela diri dengan berbagai cara, termasuk menyerang gudang dan pangkalan pembunuh (Rusia). Dunia mengakui hak ini," kata Podolyak melalui Twitter, Kamis (28/4/2022).
Pernyataan Podolyak ini senada dengan omongan Menteri Pertahanan Inggris, James Heappey, yang sebelumnya mengatakan bahwa Ukraina boleh menargetkan wilayah Rusia.
"Sangat sah bagi Ukraina untuk menargetkan wilayah Rusia untuk mengganggu logistik, yang bila tak diganggu bakal berkontribusi secara langsung pada kematian dan kehancuran tanah Ukraina," kata Heappey, dikutip dari The Guardian.
Baca Juga:
Heboh Polisi Aceh Gabung Tentara Rusia, Riwayat Pelanggarannya Terbongkar
Selain itu, Heappey menilai bukan masalah bila Ukraina menggunakan senjata yang didonasikan Inggris untuk menyerang Rusia.
"Banyak negara di dunia yang menggunakan alat yang mereka impor dari negara lain. Saat sedikit peralatan itu digunakan, kita cenderung tidak menyalahkan (Negara) yang membuatnya, Anda menyalahkan negara yang menembakkannya." [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.