WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jejak Bripda Muhammad Rio menuju medan konflik internasional terbuka lebar setelah terungkap bahwa mantan personel Brimob Polda Aceh itu ternyata telah mencoba melamar ke sejumlah militer asing jauh sebelum akhirnya bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Mantan anggota Polri yang telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) tersebut saat ini teridentifikasi berada di wilayah konflik Donbass, Ukraina, berdasarkan penelusuran aparat kepolisian.
Baca Juga:
Kudeta Militer di Afrika Barat Benin Berakhir Gagal, Pimpinan Kabur
Informasi yang dihimpun kepolisian menunjukkan bahwa Rusia bukan satu-satunya tujuan Rio dalam mengejar karier militer di luar negeri.
Kepada rekan sejawatnya di Provos Satbrimob Polda Aceh, Rio mengaku sempat mendaftar ke Angkatan Darat Amerika Serikat sebanyak satu kali dan militer Jerman sebanyak dua kali melalui jalur daring, namun seluruh upaya tersebut gagal.
Pola niat Rio untuk meninggalkan Indonesia dan mencari karier militer asing terungkap dari pesan singkat yang ia kirimkan pada Selasa (7/1/2026).
Baca Juga:
Militer Israel Dituduh Serang Gaza Ditengah Gencatan Senjata
“Seleksi tentara Rusia sudah lulus dan langsung dapat pangkat letnan dua setelah wawancara,” klaim Rio dalam pesan tersebut.
Ia menyebut kemampuan bahasa Inggris dan Rusia menjadi faktor utama yang meloloskannya dalam proses seleksi militer Rusia.
Selain mengklaim kenaikan pangkat instan, Rio juga memamerkan keuntungan finansial yang disebutnya jauh lebih besar dibandingkan gajinya sebagai bintara Polri.