Ia mengaku sangat terpukul dan berduka atas serangan brutal yang menyasar sebuah Imambargah di Islamabad, tempat masyarakat berkumpul untuk menjalankan ibadah salat Jumat.
"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada para korban dan keluarga mereka. Kita harus bersatu dalam menentang kekerasan yang tidak masuk akal seperti itu,” kata Mo Yahya menekankan.
Baca Juga:
Aksi Militer Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, PBB Angkat Suara
Ledakan dahsyat yang diduga kuat merupakan aksi bom bunuh diri itu terjadi di Masjid Khadija Tul Kubra, wilayah Tarlai Kalan, Islamabad bagian tenggara.
Serangan terhadap masjid Syiah tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang, sementara 169 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengungkapkan bahwa petugas keamanan masjid sempat berupaya menghentikan pelaku sebelum ledakan terjadi.
Baca Juga:
Sekjen PBB Desak Israel Cabut Amandemen UU yang Hambat Operasi UNRWA
Namun, upaya tersebut gagal setelah tersangka justru melepaskan tembakan ke arah penjaga keamanan, lalu meledakkan bahan peledak di tengah kerumunan jamaah.
Asif juga menyebut adanya dugaan bahwa pelaku serangan memiliki riwayat perjalanan bolak-balik ke Afghanistan, sebagaimana dikutip dari Aljazeera.
Pada Jumat malam, kelompok ISIL atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas aksi teror tersebut melalui saluran Telegram resmi mereka.