WahanaNews.co | Ketegangan yang terjadi di Ukraina telah memicu spekulasi perang akan segera terjadi. Di tengah situasi tegang itu muncul kabar terkait pengerahan tentara bayaran ke wilayah Ukraina.
“Orang-orang akan melakukan apa saja demi uang. Bahkan pergi berperang. Tentara bayaran telah bertempur dalam perang untuk semua catatan sejarah,” ungkap laporan Jobmonkey.com.
Baca Juga:
Awal Januari, Ukraina Gelar Serangkaian Pertemuan Internasional Bahas Jaminan Keamanan
Menurut laporan itu, para tentara bayaran melakukan pekerjaan kotor militer dan dibayar dengan gaji yang besar untuk melakukannya.
“Tentara bayaran melakukan lebih dari yang Anda pikirkan. Hari ini mereka disebut kontraktor keamanan…,” papar laporan itu.
Kontraktor keamanan, yang biasa disebut tentara bayaran, melakukan tugas keamanan, intelijen, dan pertempuran di seluruh dunia demi uang.
Baca Juga:
Damai Ukraina–Rusia Tersisa 10 Persen, Zelenskyy Ingatkan Ancaman Invasi Berulang
Mereka dapat ditemukan di setiap titik panas militer, mulai dari Afghanistan, Kolombia, Irak, Libya, Suriah.
Perusahaan militer swasta seperti Blackwater Security, Military Professional Resources Inc, Sandline, Global Dynamics, atau Triple Canopy mempekerjakan banyak warga sipil untuk menemani dan membantu militer.
Kontraktor keamanan lebih dari sekadar senjata untuk disewa. “Mereka adalah tentara profesional yang berjuang untuk uang, bukan untuk bangsa atau tujuan,” papar laporan itu.