WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah memasuki fase baru ketika kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan bergerak meninggalkan Laut China Selatan menuju kawasan yang sama dengan meningkatnya laporan bahwa serangan AS terhadap Iran kian dekat.
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Abraham Lincoln bersama kelompok tempurnya tengah bergerak dari Laut China Selatan menuju wilayah Timur Tengah di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran, Kamis (15/1/2026) --.
Baca Juga:
Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja, AS Turun Tangan dengan Bantuan Besar
Pergerakan aset militer strategis itu dilaporkan oleh koresponden Gedung Putih News Nation, Kellie Meyer, yang mengutip sumber-sumber Amerika Serikat.
“PERALATAN MILITER AS DIPINDAHKAN KE TIMUR TENGAH DI TENGAH KETEGANGAN DENGAN IRAN: AS sedang memindahkan gugus tempur kapal induk dari Laut China Selatan ke wilayah tanggung jawab CENTCOM,” tulis Kellie Meyer melalui akun X @KellieMeyerNews.
Menurut sumber yang sama, proses pemindahan kelompok tempur tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu.
Baca Juga:
Militer Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 AS
Meski demikian, pergerakan USS Abraham Lincoln belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan rencana serangan Amerika Serikat terhadap Iran mengingat lamanya waktu tempuh menuju kawasan operasi.
Di Iran, otoritas penerbangan menutup sebagian wilayah udara nasional sejak Rabu (14/1/2026) -- di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 melaporkan bahwa Pemberitahuan kepada Misi Udara atau NOTAM dikeluarkan oleh Teheran tak lama setelah pukul 17.00 waktu setempat.