WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dukungan terhadap pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melonjak tajam di tengah memanasnya konflik dengan Iran, mencerminkan pergeseran cepat opini publik di awal masa jabatannya.
Survei yang dilaporkan pada Rabu (8/4/2025) menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat kini mendukung langkah pemakzulan terhadap Donald Trump.
Baca Juga:
AS Tak Pernah Setujui Iran Perkaya Uranium, Gencatan Senjata Terancam Bubar
Survei tersebut melibatkan 790 responden dan dilakukan oleh John Bonifaz, presiden organisasi Free Speech For People, bekerja sama dengan firma jajak pendapat milik Celinda Lake.
Hasilnya menunjukkan sebanyak 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan, sementara 40 persen menolak, dengan dukungan bahkan datang dari sebagian kecil pemilih Partai Republik.
Sekitar satu dari tujuh responden dari Partai Republik tercatat mendukung langkah tersebut meski partai mereka secara umum menolak.
Baca Juga:
Trump Kembali Terancam Dimakzulkan, Demokrat Ungkap Dugaan Kejahatan Global
"Ini adalah hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahap awal masa jabatan presiden," ujar Bonifaz dalam konferensi pers pada Senin (6/4/2025).
Ia menilai perubahan sikap publik terjadi jauh lebih cepat dibandingkan presiden lain yang pernah menghadapi tekanan serupa, termasuk Richard Nixon.
Lonjakan dukungan pemakzulan ini dipicu oleh kebijakan Trump yang meluncurkan perang terhadap Iran yang kemudian mengubah dinamika politik di Washington.