Situasi semakin memanas setelah Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait Iran pada 7 April yang memperburuk persepsi publik terhadap kepemimpinannya.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah kembali lagi,” ancam Trump jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Murka, Sebut yang Bilang AS Tak Menang Lawan Iran sebagai Pengkhianat
Iran kemudian membuka kembali jalur strategis tersebut setelah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat.
Dampak konflik tersebut turut tercermin pada tingkat persetujuan publik terhadap Trump yang menurun menjadi 39 persen pada awal April dari sebelumnya 42 persen pada akhir Februari.
Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan publik meningkat hingga mencapai 53 persen.
Baca Juga:
Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, Sebut AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang
Survei juga memperlihatkan polarisasi politik yang tajam di antara kelompok pemilih di Amerika Serikat.
Sebanyak 84 persen pemilih Demokrat mendukung pemakzulan dengan 78 persen di antaranya menyatakan dukungan kuat.
Di sisi lain, 81 persen pemilih Partai Republik menolak pemakzulan dengan 77 persen menyatakan penolakan keras.