Di sela kesibukan bekerja, ia melanjutkan pendidikan magister teknik elektro di Stanford University dan menyelesaikannya pada 1992.
Setahun berselang, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem, Huang mendirikan Nvidia dengan modal awal 40.000 dolar AS.
Baca Juga:
Profil 5 Pengembang Properti Top Indonesia: Dari PANI hingga Ciputra Development
Ide besar itu lahir dari sebuah obrolan sederhana di restoran Denny’s di San Jose, California, tempat yang secara simbolis mengingatkannya pada masa-masa bekerja sebagai pelayan.
Dengan tekad kuat, mereka berambisi menciptakan chip grafis yang mampu mengubah arah industri komputasi dunia.
Seiring waktu, Nvidia tumbuh menjadi pemimpin pasar dalam teknologi grafis komputer dan kecerdasan buatan, dengan produk GPU yang kini menjadi tulang punggung pengembangan AI, pusat data, hingga superkomputer modern.
Baca Juga:
HSG Merosot Pasca Peluncuran Danantara, Rosan: Kini Mulai Rebound
Kini perusahaan tersebut tidak lagi sekadar produsen chip untuk gim, melainkan pemain utama dalam membentuk arsitektur komputasi masa depan.
Tonggak sejarah baru kembali tercipta pada Rabu (29/10/2025) ketika Nvidia resmi menjadi emiten pertama yang menembus kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS.
Didorong meningkatnya permintaan chip AI serta rencana ekspansi produksi besar-besaran, pencapaian ini sekaligus menempatkan Nvidia melampaui Apple dan Microsoft yang sebelumnya mendekati valuasi 4 triliun dolar AS.