Optimisme investor semakin menguat setelah muncul kabar bahwa Nvidia menyiapkan pesanan chip senilai 500 miliar dolar AS dan berencana membangun tujuh superkomputer baru untuk pemerintah Amerika Serikat.
Langkah tersebut dipandang sebagai strategi untuk memperkuat posisi Nvidia di pusat ekosistem AI global yang kini menjadi arena persaingan paling strategis di dunia teknologi.
Baca Juga:
Profil 5 Pengembang Properti Top Indonesia: Dari PANI hingga Ciputra Development
“Nvidia kini bukan sekadar produsen chip, melainkan pemain yang membentuk arah industri,” ujar Matt Britzman dari Hargreaves Lansdown.
Menurut analis tersebut, pencapaian ini bukan hanya soal angka kapitalisasi pasar, tetapi simbol pergeseran kekuatan industri teknologi global.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa valuasi tinggi juga membawa konsekuensi besar terhadap ekspektasi pasar.
Baca Juga:
HSG Merosot Pasca Peluncuran Danantara, Rosan: Kini Mulai Rebound
“Pada akhirnya pasar akan menuntut kinerja keuangan yang nyata, bukan hanya janji ekspansi dan pertumbuhan,” kata CEO Tuttle Capital Management, Matthew Tuttle.
Kesepakatan strategis dengan pemerintah Amerika Serikat untuk membangun infrastruktur AI senilai hingga 500 miliar dolar AS semakin menegaskan posisi Nvidia di garis depan pengembangan superkomputer, keamanan siber, hingga riset pertahanan modern.
Semua pencapaian ini menempatkan Jensen Huang bukan hanya sebagai CEO sukses, melainkan arsitek utama dalam babak baru revolusi kecerdasan buatan dunia.