WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nvidia kembali mengguncang Wall Street dan dunia teknologi setelah resmi menembus kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS, menjadikannya perusahaan publik pertama di dunia yang mencapai level tersebut.
Momentum bersejarah itu tercatat pada Rabu (29/10/2025), ketika lonjakan harga saham perusahaan chip asal Amerika Serikat tersebut mengerek valuasinya hingga setara sekitar Rp 83.000 triliun di tengah ledakan permintaan global terhadap chip kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga:
Profil 5 Pengembang Properti Top Indonesia: Dari PANI hingga Ciputra Development
Di tengah gelombang revolusi AI yang menyapu berbagai sektor industri, Nvidia berdiri di garis terdepan sebagai pemasok utama teknologi komputasi mutakhir sekaligus aktor sentral dalam transformasi digital global.
Ekspansi besar-besaran pun dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat dominasi di pasar internasional yang kian kompetitif.
Namun di balik gemerlap angka triliunan dolar dan sorotan tajam pasar modal Amerika Serikat, tersimpan kisah panjang penuh perjuangan dari sosok pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang.
Baca Juga:
HSG Merosot Pasca Peluncuran Danantara, Rosan: Kini Mulai Rebound
Perjalanan hidupnya tidak dimulai dari ruang rapat mewah atau keluarga konglomerat, melainkan dari dapur restoran tempat ia pernah bekerja sebagai tukang cuci piring saat masih muda.
Lahir di Tainan, Taiwan, pada 1963, Huang tumbuh dalam keluarga sederhana yang beberapa kali berpindah negara sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat.
Saat usianya lima tahun, keluarganya pindah ke Thailand, lalu menyusul ke Amerika ketika sang ayah mengikuti program pelatihan kerja di perusahaan pendingin udara Carrier.