WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Beijing mengambil langkah berani untuk menanggapi kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Washington.
Perang tarif ini menjadi sorotan global karena dampaknya yang berpotensi mengguncang perekonomian dunia.
Baca Juga:
Warganya Diminta Setop Beli Emas, India Jadi Korban Perang AS-Iran
Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini memicu eskalasi konflik dengan menetapkan pajak impor yang sangat tinggi terhadap produk China, mencapai sekitar 104 persen.
Tidak tinggal diam, pemerintah China merespons dengan menetapkan tarif balasan sebesar 84 persen terhadap berbagai produk asal AS.
Keputusan ini menandai babak baru dalam persaingan ekonomi antara dua kekuatan global tersebut.
Baca Juga:
Wali Kota di Los Angeles Mengaku Jadi Agen China, Terancam 10 Tahun Penjara
Langkah berani China ini diambil meskipun Trump telah memperingatkan agar Beijing tidak melakukan aksi balasan.
Para pengamat menilai bahwa Presiden China, Xi Jinping, tampaknya sedang melakukan reorientasi ekonomi serta memperkuat ketahanan nasional agar tidak bergantung pada tekanan eksternal.
Keberanian ini mengindikasikan bahwa China kini semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh kebijakan proteksionisme AS.