"Bahan padat lebih mudah dan lebih aman bagi pasukan untuk beroperasi di lapangan, dan memiliki kereta logistik yang jauh lebih kecil membuat unit rudal padat yang ditempatkan di lapangan lebih sulit dideteksi daripada [bahan bakar] cair," kata pakar senjata, Vann Van Diepen.
Namun, ia juga tak menampik bahwa bahan bakar cair sangat bisa bertahan saat dikerahkan di lapangan. Sebagian besar rudal balistik terbesar di Korut sendiri menggunakan bahan bakar cair.
Baca Juga:
Kim Jong Un Bakal Blokir dan Tutup Perbatasan Korut-Korsel Secara Permanen
Saat hendak diluncurkan, rudal itu harus diisi dengan propelan terlebih dahulu di lokasi peluncuran. Namun, proses tersebut memakan waktu lama. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.