Akibat kerusakan tersebut, USS Herring tenggelam ke dasar laut bersama seluruh awaknya yang berjumlah 83 orang.
Di antara korban yang gugur terdapat komandan kapal Letnan Komandan D. Zabriskie Jr.
Baca Juga:
Bisa Picu Perang Dunia III, Lithuania Desak NATO Tembak Jatuh Jet Rusia
Karena tidak pernah kembali ataupun memberikan laporan kepada pangkalan militer di Midway, USS Herring kemudian dinyatakan hilang dan dicoret dari Daftar Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.
Atas pengabdiannya selama perang, USS Herring dianugerahi sejumlah penghargaan militer bergengsi, yakni European-African-Middle Eastern Campaign Medal dengan dua bintang pertempuran, Asiatic-Pacific Campaign Medal dengan tiga bintang pertempuran, serta World War II Victory Medal.
Situasi geopolitik kawasan kemudian berubah drastis menjelang berakhirnya Perang Dunia II ketika Uni Soviet menginvasi Kepulauan Kuril dan mengambil alih kendali wilayah tersebut dari Jepang.
Baca Juga:
Peneliti Ungkap Perang Dunia 3 Sudah PecahTapi Tak Banyak yang Sadar
Upaya mengungkap keberadaan USS Herring sebenarnya telah dimulai sejak 2017 ketika tim ekspedisi Rusia menemukan bangkai kapal selam yang diduga kuat merupakan USS Herring.
Pada 2022, tim peneliti Rusia kembali ke lokasi untuk melakukan investigasi lanjutan sekaligus memberikan penghormatan kepada para awak kapal yang gugur.
Identitas kapal akhirnya berhasil dipastikan setelah dua peneliti sukarelawan asal Amerika Serikat dan seorang peneliti Jepang melakukan analisis mendalam terhadap data yang dikumpulkan pihak Rusia.