Pada bulan Mei lalu Jerman berjanji untuk mengirimkan tujuh swatembak Howitzers ke Ukraina.
Tambahan lima artileri sejenis yang Belanda janjikan.
Baca Juga:
Andalkan Rudal Patriot AS, Ukraina Bantai 65 Tentaranya di Pesawat Rusia
Namun Ukraina menuduh Berlin terlalu lambat mengirimkan senjata berat.
Karena perang sudah semakin memberat di Ukraina.
Lambrecht tidak mengungkapkan kapan tepatnya Howitzers dikirimkan.
Baca Juga:
Tentara Ukraina Akui Sudah Kehilangan Semangat Tempur
"Howitzers pertama akan dikirimkan (ke Ukraina) ketika pelatihan selesai dan tanggung jawab (mereka untuk memasoknya)," katanya.
Ia menambahkan tidak akan mengumumkan tanggal atau rute pengiriman karena alasan keamanan.
Penasihat Kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan, negaranya membutuhkan 1.000 howitzers, 500 tank dan 1.000 drone serta senjata berat lainnya. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.