WahanaNews.co | Rusia sudah menyerang Ukraina hingga empat minggu.
Akan tetapi, invasi ini belum juga berhasil.
Baca Juga:
TNI AL Siapkan 500 Pelaut untuk Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Diketahui, hampir 200.000 tentara dan ribuan kendaraan lapis baja yang didukung oleh pesawat tempur dan kapal perang telah “dipajang” di perbatasan sebelum invasi.
Militer Rusia mengharapkan “kampanye blitzkrieg” ke negara tetangganya hanya akan berlangsung 48 hingga 72 jam, dengan keyakinan Ukraina akan menyerah dengan cepat.
Akan tetapi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memimpin perlawanan sengit.
Baca Juga:
TNI AL Uji Tembak Perdana Meriam 127 Mm, KRI Prabu Siliwangi Siap Masuk Lini Tempur
Pusat-pusat kota besar, termasuk ibu kota Kyiv, tetap berada di tangan Ukraina hingga kini, kondisi yang mengejutkan Moskwa dan bahkan dunia.
Kegigihan dan pengetahuan Ukraina tentang medan perang telah memainkan peran besar dalam pertahanan efektif mereka.
Namun, selain itu, pasokan senjata dari NATO dan Uni Eropa juga memainkan peran penting dalam menghambat kemajuan Rusia.