Ini disampaikan Jens pada malam pertemuan puncak para pemimpin nasional aliansi militer Barat di Brussel.
"NATO bukan bagian dari konflik. Memberikan dukungan ke Ukraina, tetapi bukan bagian dari konflik," ujar Jens.
Baca Juga:
Soal Invasi Rusia, Dmitry Medvedev: Ada Kemungkinan Perang Nuklir
"NATO tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina. Sangat penting untuk memberikan dukungan kepada Ukraina dan kami meningkatkannya. Tetapi, pada saat yang sama juga sangat penting untuk mencegah konflik ini menjadi perang penuh antara NATO dan Rusia," tambahnya.
Rusia sudah memberi sinyal akan menyerang Amerika Serikat dan negara-negara yang tergabung dalam NATO dengan menembakkan senjata nuklir.
Presiden Vladimir Putin menyiapkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi setelah Rusia menginvasi Ukraina.
Baca Juga:
Pakar Inggris: Jika Tembakkan Nuklir, Rusia Akan Tamat
Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa Moskow dapat menggunakan senjata nuklir taktis.
Ini bukan perang nuklir habis-habisan, tetapi tetap merupakan menjadi perang yang mengerikan.
Senjata nuklir taktis ini adalah bom yang dapat diluncurkan oleh AS dan Rusia dari jarak jauh di tanah air masing-masing.