WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menarik kembali ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland.
Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan militer guna menguasai wilayah tersebut.
Baca Juga:
Komisi III DPR RI Tinjau Kinerja Polda Jambi dan Pelaksanaan KUHP
Dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 22 Januari 2026, perubahan sikap ini muncul setelah Trump menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan menghasilkan kesepakatan awal berupa “kerangka kerja” untuk pengaturan masa depan Greenland dan kawasan Arktik.
Trump menyampaikan bahwa kerangka kerja tersebut mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari aspek keamanan kawasan, pengelolaan sumber daya mineral, hingga kepentingan geopolitik jangka panjang di wilayah Arktik.
Baca Juga:
Dewan Perdamaian Trump Bertambah Anggota, Indonesia Turut Bergabung
Meski demikian, Trump belum memaparkan rincian lebih jauh terkait isi kesepakatan tersebut kepada publik.
Sementara itu, Mark Rutte menjelaskan bahwa pembahasan dengan Trump lebih difokuskan pada upaya perlindungan kawasan Arktik secara kolektif melalui kerja sama negara-negara anggota NATO.
Ia menegaskan bahwa diskusi tersebut tidak menyentuh persoalan kedaulatan Denmark atas Greenland.
NATO dalam pernyataan resminya menyebut tidak ada usulan kompromi apa pun terkait status kedaulatan Greenland.
Aliansi pertahanan tersebut justru menekankan pentingnya kerja sama multilateral untuk membendung pengaruh Rusia dan Tiongkok yang dinilai semakin aktif di kawasan Arktik.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan memberlakukan tarif hingga 25 persen terhadap sejumlah negara Eropa.
Ancaman tersebut dikaitkan dengan kegagalan mencapai kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat membeli Greenland dari Denmark.
Pernyataan Trump itu memicu ketegangan serius dalam hubungan transatlantik. Pemerintah Denmark dengan tegas menyatakan bahwa Greenland tidak untuk dijual.
Denmark juga memperingatkan bahwa setiap upaya pengambilalihan secara paksa dapat berdampak pada keanggotaan Amerika Serikat di NATO.
Sejumlah pemimpin Eropa dan pemerintah Denmark menyambut positif keputusan Trump mencabut ancaman tarif serta mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan militer.
Meski demikian, Denmark kembali menegaskan bahwa kedaulatan atas Greenland merupakan garis merah yang tidak dapat ditawar.
Para pengamat menilai langkah Trump ini mampu meredakan ketegangan dalam jangka pendek.
Namun, hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa dinilai masih rapuh dan berpotensi kembali memanas seiring dinamika geopolitik di kawasan Arktik.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]