WAHANANEWS.CO, Jakarta - Irak mengumumkan pemangkasan produksi minyak mentah setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Perminyakan Irak melalui pernyataan resmi pada Selasa malam (3/3/2026).
Baca Juga:
19 Pekerja dari Irak-UEA Berhasil Dipulangkan Pertamina ke Tanah Air
Pemerintah Irak menyatakan bahwa keputusan mengurangi produksi minyak dilakukan karena terjadinya penurunan ekspor akibat gangguan pada jalur pelayaran utama di kawasan Teluk Persia.
Melansir laporan dari Anadolu Agency, sebagian pengiriman minyak bahkan terpaksa dihentikan sementara waktu karena kapal tanker kesulitan melewati jalur pelayaran yang terdampak situasi keamanan tersebut.
Penutupan Selat Hormuz dinilai memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekspor energi dari kawasan Teluk.
Baca Juga:
Krisis Air Melanda Sungai Tigris, Warisan Peradaban Dunia Terancam Hilang
Meski demikian, pemerintah Irak menegaskan bahwa operasional kilang minyak di berbagai wilayah negara tersebut tetap berjalan normal.
Kilang-kilang yang berada di wilayah selatan, tengah, hingga utara Irak disebut masih beroperasi dengan kapasitas penuh.
Pemerintah juga memastikan bahwa produksi bahan bakar serta berbagai produk turunan minyak untuk kebutuhan domestik tidak akan terganggu oleh kebijakan pengurangan produksi tersebut.