Ia menjelaskan kedua negara kini lebih berfokus mencari formula kompromi yang memungkinkan masing-masing pihak tetap dapat membangun “narasi kemenangan” di depan publik domestik mereka.
“Resolusi membutuhkan seni mediasi konflik,” ujar Puri.
Baca Juga:
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Trump: Itu Cuma Love Tap
Menurutnya, negara-negara lain termasuk Pakistan memiliki peluang memainkan peran penting sebagai mediator untuk membantu membuka ruang komunikasi antara Washington dan Teheran.
“Pakistan memiliki peran besar dalam hal ini,” lanjutnya.
Puri juga menyebut pemerintahan Trump berusaha menghindari model kesepakatan seperti Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang dibuat pada era Presiden Barack Obama karena dianggap terlalu longgar dalam mengawasi program nuklir Iran.
Baca Juga:
Kawasan Timur Tengah Kembali Memanas, AS Tembak Kapal Tanker Iran di Selat Hormuz
Sementara itu, Iran disebut tetap berupaya mempertahankan pengaruh dan otoritas strategisnya atas Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.
“Ini adalah formula yang kompleks untuk memungkinkan kedua pihak merasa telah mencapai sesuatu yang sukses,” ungkap Puri.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.