Di sisi lain, Iran dilaporkan telah menerapkan sistem pembatasan kapal yang melintas dengan kewajiban pembayaran tertentu.
Trump juga mengeluarkan ultimatum keras kepada Teheran agar segera membuka kembali Selat Hormuz dan menerima syarat dari Washington.
Baca Juga:
Trump Disamakan dengan Yesus, Media Sosial Bereaksi Keras
Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, ia mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik.
Dari pihak Iran, wacana pengaturan baru pascakonflik mulai mengemuka.
“Saya percaya setelah perang, langkah pertama adalah menyusun protokol baru untuk Selat Hormuz,” ujar Mohammad Bagher Ghalibaf.
Baca Juga:
Iran Klaim Hantam 500 Tentara AS di Dubai
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz diperkirakan tidak akan kembali seperti sebelum konflik.
“Tentu saja, ini harus dilakukan antara negara-negara yang berada di kedua sisi selat,” kata Abbas Araghchi.
Sejumlah analis menilai, penerapan tarif oleh Amerika Serikat akan membutuhkan kontrol militer langsung atas Selat Hormuz yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih lanjut.