“Sangat penting bagi semua pihak untuk sepenuhnya menghormati gencatan senjata, melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817, dan menahan diri dari tindakan yang membahayakan proses diplomatik yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
El Anouni menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk penafsiran yang berbeda mengenai pentingnya penghormatan terhadap gencatan senjata.
Baca Juga:
Konflik Gaza Picu Kerusakan Masif, Kebutuhan Rekonstruksi Tembus Rp1.100 Triliun
Menurutnya, setiap tindakan yang berpotensi meningkatkan ketegangan hanya akan memperumit upaya penyelesaian konflik secara damai.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Situasi semakin memanas ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Teheran telah "berakhir".
Baca Juga:
Uni Eropa Usul Sanksi ke Pelabuhan Indonesia dan Georgia, Diduga Terkait Minyak Rusia
Pernyataan itu memicu kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meningkatnya eskalasi konflik dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Uni Eropa menilai seluruh pihak perlu menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi.
Komisi Eropa juga menekankan bahwa jalur komunikasi harus tetap terbuka agar proses diplomatik dapat terus berlangsung tanpa hambatan.