Dia menyatakan bahwa jika Ankara tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan, semua hubungan dapat diakhiri dalam 30 hari.
Daftar konsekuensinya meliputi: menutup Kedutaan Besar Turki di Kampala, melarang Turkish Airlines memasuki wilayah udara Uganda, serta memutus semua hubungan diplomatik antara kedua negara.
Baca Juga:
Sadis, Atlet Maraton Uganda Rebecca Cheptegei Tewas Dibakar Pacarnya
"Bagi Turki, ini kesepakatan yang sangat sederhana… Entah mereka membayar kami atau saya akan menutup kedutaan mereka di sini," ujar Kainerugaba sambil juga menyarankan warga Uganda untuk menghindari perjalanan ke Turki demi keselamatan mereka sendiri.
Beberapa hari sebelumnya, Kainerugaba mendapatkan perhatian, setelah memperingatkan bahwa militernya dapat memasuki perang Iran di pihak Israel.
Dilaporkan Fox News, Kainerugaba mengeluarkan serangkaian pernyataan di media sosial yang menjadi viral pada pekan ini.
Baca Juga:
Tarif PSK Rusia & Uganda di Bali Rp6 Juta per Jam, Dibongkar Imigrasi
Sebagai calon presiden Uganda mendatang, Kainerugaba disebut-sebut sebagai orang terkuat nomor dua di negaranya saat ini. "Kami berdiri di pihak Israel," tulisnya, menambahkan dalam unggahan lain, "Uganda adalah Daud yang dilupakan dan diabaikan oleh dunia. Kami akan mengalahkan raksasa, Goliat."
Kainerugaba memulai serangan media sosialnya dengan, "Kami ingin perang di Timur Tengah berakhir sekarang. Dunia sudah lelah dengan itu. Tetapi setiap pembicaraan tentang menghancurkan atau mengalahkan Israel akan membawa kita ke dalam perang. Di pihak Israel!"
Uganda memiliki 45 ribu personel militer aktif di Angkatan Pertahanan Rakyat Uganda (UPDF), dengan sekitar 35 ribu personel cadangan, menurut data Kementerian Pertahanan. Uganda diperkirakan memiliki sekitar 240 tank dan lebih dari 1.000 kendaraan tempur lapis baja.