WahanaNews.co | Pengunjuk rasa merobohkan patung Ratu Victoria dan Ratu Elizabeth
II di Winnipeg, Kanada, sebagai bentuk kemarahan atas
penemuan ratusan jenazah anak-anak di bekas sekolah pribumi.
Pengunjuk rasa menyatakan, penemuan-penemuan jenazah tersebut adalah bukti telah terjadi
genosida terhadap penduduk Kanada di masa lalu.
Baca Juga:
Misi Dagang Kanada ke Indonesia, Kemendag RI Gelar Penjajakan Bisnis dan Seminar Ekspor
"Kami tidak bangga dengan
genosida," teriak mereka, sebelum merobohkan kedua patung itu, dikutip dari Reuters,
Jumat (2/7/2021).
Perobohan itu terjadi pada hari Kamis (1/7/2021) waktu setempat.
Pada hari itu, sejatinya, Kanada akan
merayakan Canada Day.
Baca Juga:
Perundingan Indonesia-Canada CEPA Masuki Putaran ke-10, Kedua Negara Optimistis Selesaikan Kesepakatan
Namun, PM Justin Trudeau memutuskan
untuk tidak merayakannya dan menganggap Canada
Day tahun ini sebagai hari berkabung.
Per berita ini ditulis, kurang lebih
ada 1.000 kuburan massal tanpa penanda yang berhasil ditemukan.
Kuburan-kuburan tersebut ditemukan di
komples sekolahan di British Columbia dan Sakatchewan.